Frekuensi Hubungan Seks Ideal. Berapa Kali Dalam Seminggu?

FemaleRunway.com – Frekuensi Hubungan Seks Ideal. Berapa Kali Dalam Seminggu?

Meskipun sudah menikah selama bertahun-tahun, seks tetap menjadi bumbu cinta yang paling romantis untuk merekatkan hubungan suami istri. Tak jarang aktifitas ini adalah hal yang paling ditunggu suami istri untuk membangun suasana yang harmonis dalam kehidupan rumah tangganya.



Untuk pasangan suami istri yang tinggal serumah, pastinya memiliki waktu yang cukup luang untuk melakukannya sesuai dengan keinginan saat hasrat bercumbu muncul. Namun, sesering apakah idealnya pasangan suami istri melakukan hubungan intim? Temukan penjelasannya di FemaleRunway.com!

Tidak Ada Aturan Resmi Mengenai Frekuensi Berhubungan Intim

Tak ada pakar yang berani memastikan karena sejatinya hubungan intim dilakukan atas kemauan kedua belah pihak. Jika suami dan istri dalam keadaan sehat dan suasana hati yang baik, maka hubungan intim mungkin saja terjadi yang penting sama-sama menikmati. Apalagi baiknya hubungan intim ini bersifat spontan yang tidak dijadwal atau dipaksakan dengan aturan tertentu. Jika salah satu merasa terpaksa untuk melakukan hubungan seksual, maka tidak ada kepuasan yang tercipta antara suami ataupun istri. Hal ini malah mengaktibatkan trauma yang membuat hubungan antara suami istri menjadi bermasalah.

Frekuensi Disesuaikan dengan Ritme Tubuh dan Kesehatan Masing-Masing

Jika tidak ada peraturan resmi tentang berapa kali hubungan seks ini bisa dilakukan atau boleh dilakukan oleh suami istri, maka tinjau dari segi kesehatan fisik tubuh manusia. Idealnya, suami istri melakukan hubungan intim secara rutin antara 1-4 kali seminggu disesuaikan dengan ritme tubuh manusia. Angka ini mengacu pada pertimbangan kondisi fisiologis tubuh pria dan wanita pada umumnya.

Produksi sprema pada buah zakar telah memenuhi kuota penampungan dalam waktu tiga hari, maka akan sangat memungkinkan jika setiap tiga hari sperma di dalam zakar dikeluarkan untuk menjaga produksinya tetap dalam takarannya. Sedangkan, untuk tubuh wanita, biasanya akan merasakan kenikmatan berhubungan seksual selama seminggu. Sehingga jika berhubungan seksual lagi sebelum satu minggu maka kenikmatan seksual masih terus dirasakan karena rentang waktunya tidak terlalu lama atau lebih dari satu minggu. Jadi, kurang tepat jika ada yang mengatakan wanita akan kehilangan gairah seksual dan sulit merasakan orgasme jika berhubungan seksual terlalu sering.

Organ Intim Memerlukan Waktu Rehat Sejenak dari Aktivitas Seksual

Selain itu, berhubungan seksual antara suami istri dengan pola 1 hingga 4 kali seminggu ini akan memberikan kesempatan pada organ tubuh wanita dan pria untuk beristirahat dari aktifitas seksualnya. Meski memang, alat vital pria dan wanita ini sudah didesain sedemikian rupa untuk bisa melakukan aktifitas seksual lebih dari yang disarankan tersebut selama dalam batas wajar. Apalagi penis dan vagina mampu beradaptasi sehingga bisa mengurangi resiko cedera. Selain itu, cairan pelumas yang keluar saat berhubungan intim, membantu penis dan vagina tidak lecet saat penetrasi.

Sebenarnya, aturan melakukan hubungan intim suami istri sebanyak 1-4 kali seminggu ini diterapkan jika selama ini frekuensi yang dilakukan terlalu jarang atau bahkan terlalu sering. Jika frekuensi berhubungan seksual ini terlalu jarang, maka akan membuat suami istri mudah marah dan meledak-ledak. Keduanya bisa saling memasang wajah cemberut dan mengakibatkan keharmonisan rumah tangga terganggu. Tentu akan menghambat produktifitas, karir, dan hubungan sosial di masyarakat.

Ditambah lagi jika frekuensi yang terlalu minim ini bisa mensinyalir adanya kecurigaan pasangan terhadap kehadiran orang ketiga yang bisa mengakibatkan rumah tangga berantakan. Sebaliknya jika frekuensi berhubungan seksual ini terlalu sering, akan membuat tubuh menjadi lemas dan loyo. Apalagi pada pria yang bisa membuat energi terkuras habis. Ini terjadi karena dalam sperma, terdapat kadnungan protein, asam amino, dan asam esensial lainnya yang difungsikan sebagai energi cadangan. Jika ini dikuras habis, maka stamina pria akan berkurang dan produktifitas sehari-hari pun menjadi terganggu.



Jadi, tidak usah saling memaksakan ya! Lebih baik sesuaikan ritme hubungan seksual sesuai dengan kondisi kamu dan pasangan. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *